PONTIANAK

Warga Jalan Sepakat II Blok H Pontianak Selatan gempar. Pasalnya dari bawah tanah disamping tiang listrik PLN di salah satu rumah kost, keluar asap tebal dan menimbulkan bau yang mirip dengan gas beracun, Selasa (14/10) siang.Asap yang keluar dari tanah itu, terus menebal. Tiang listrik yang berada disamping keluarnya asap itu saat dipegang warga terasa sangat panas. Bahkan ada salah seorang warga yang mengaku ada kekuatan setrum aliran listrik.

Arifin (53) orang yang pertama kalinya mengetahui dan melihat kejadian itu mengatakan, ia saat itu hendak memantau pembangunan ruang kelas di SD 31 Pontianak Selatan yang berada di Blok H tersebut.”Pada pukul 12.00 WIB, saya lewat jalan ini. Lalu saya mendengar ada seperi suara air ledeng bergemuruh di tempat tersebut. Lalu saya lihat ada asap dan dari tanah ada buih seperti air mendidih,” katanya kepada wartawan kemarin di lokasi kejadian.

Ketika ia mendekati lokasi itulah, ia mencium bau asap yang sangat menyengat. “Asapnya menimbulkan bau seperti belerang. Tiang listriknya sangat panas, dan tadi ada salah seorang warga yang bilang saat dipegang terasa setrum,” kata warga Kota Baru ini. Ia menambahkan, pertama kali melihat asap tersebut sedikit. Namun, kata dia, makin lama semakin tebal dan membuatnya harus memberitahukan masyarakat setempat. “Saya panik lalu saya beritahukan masyarakat dan menjadi ramai seperti ini,” jelasnya.

Kerumunan warga yang penasaran semakin ramai. Tak jarang, para warga semakin mendekat ke tempat dimana asap tersebut keluar. Beberapa dari mereka bahkan menusuk tanah itu dengan sepotong kayu. “Kita tutup lubang yang satu, asapnya keluar lagi di lubang lain dan semakin bau,” kata Baron, warga setempat. Karena penasaran juga dengan tiang listrik yang terasa setrum, warga kemudian mengambil sebuah tes pen, untuk mengetahui ada atau tidaknya aliran listrik tersebut. Ketika dicoba ternyata lampu tanda ada aliran listrik tidak menyala. Namun, saat salah seorang warga memegang dengan tangan, setrum itu terasa. “Jangan-jangan tes pennya yang rusak,” kata salah seorang warga.

Abdussalam, salah seorang warga mengatakan, ia khawatir akan hal ini. Ia berharap jangan sampai hal ini menjadi seperti di Sidoarjo Jawa Timur. “Saya takut seperti yang terjadi di Sidoarjo, lumpur Lapindo. Semoga ini segera diantisipasi dan jangan dibiarkan berlama-lama,” kata dia.Salah seorang warga, lalu menghubungi pihak PLN Pontianak dengan nomor telepon 123. Namun, setelah setengah jam ditunggu, petugas tak juga datang. Sementara itu, asap dan bau semakin menyengat hidung.Tak lama datang anggota Kepolisian dari Polda Kalbar, yang  mendapatkan laporan. Kabid Humas Polda Kalbar, AKBP Suhadi SW yang datang di lokasi mengatakan, ini bukanlah awal dari lumpur Lapindo seperti yang dikhawatirkan warga. “Itu diperkirakan korsleting listrik saja, bukan luapan gas beracun dari bawah tanah,” tegasnya.

 

     Sumber : Pontianakpost