Kelapa sawit (elasies guenie) , terkadang orang menyebut sawit saja merupakan salah satu jenis tanaman yang cukup potensial untuk dikembangkan karena hampir semua hasilnya dapat diturunkan menjadi komoditas yang memiliki manfat bagi kehidupan, antara lain minyak goreng, margarine, sabun, minyak pelumas, tekstil dan lain-lain.

Di beberapa tempat di Indonesia, kelapa sawit menjadi tanaman unggulan sebagai sumber pendapatan baik yang dikelola oleh perusahaan perkebunan besar maupun dalam skala kecil berupa perkebunan rakyat. Pengembangan perkebunan kelapa sawit mempunyai peranan yang penting bagi perekonomian nasional antara lain sebagai sumber pendapatan negara, sebagai sumber bahan baku nabati, sumber pendapatan masyarakat dan kesejahteraan masyarakat.

Melalui program revitalisasi di sektor perkebunan pemerintah berupaya meningkatkan perkebunan rakyat dan mengentaskan kemiskinan serta untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri dan penyerapan tenaga kerja. Dalam revitalisasi perkebunan, pengelolaan perkebunan diserahkan kepada masyarakat. Untuk optimalisasi pengelolaan akan didampingi oleh perusahaan perkebunan sebagai afalis.

Pembiayaan kegiatan revitalisasi perkebunan kelapa sawit dilaksanakan melalui pemberian kredit dari Bank yang telah ditunjuk oleh Pemerintah kepada masyarakat. Untuk membantu para petani, pemerintah akan mensubsidi bunga kredit bank itu, masyarakat hanya dibebankan membayar bunga per tahun sebesar bunga yang telah disubsidi pemerintah. Karena sifatnya membantu petani kebun kelapa sawit, ada tenggang waktu lima tahun untuk perkebunan sawit  dalam pengembalian kredit. Petani mulai mencicil kreditnya setelah kebunnya menghasilkan, dan jumlah cicilan perbulan akan disesuaikan dengan penghasilan para petani.

Hampir 12,5% minyak nabati yang dihasilkan para produsen di dunia berasal dari kelapa sawit. Produksi minyak sawit dan minyak inti (kernel) sawit Indonesia baru 2,18% dari produksi minyak nabati dunia. Kernel memiliki sektor pasar yang berbeda dengan minyak kelapa sawit dan menjadi sudah didagangkan dengan intensif. Pada saat ini produksi kernel adalah 10% dari porduksi minyak kelapa sawit.

Harga minyak kelapa sawit sangat dipengaruhi oleh harga minyak dan lemak nabati lainnya. Perbaikan kualitas minyak kelapa sawit akan sangat menolong perbaikan harga.

Ekspor kelapa sawit Indonesia masih kalah dari Malaysia yang luas negaranya jauh lebih kecil tetapi berhasil melakukan intensifikasi perkebunan sawit dengan baik. Agribisnis kelapa sawit yang berorientasi pasar lokal maupun lokal akan bermasa depan cerah selama target pasar telah dimiliki dan kualitas serta kesinambungan produksi tetap terjamin

 

BERKEBUN KELAPA SAWIT SKALA KECIL

MENGAPA TIDAK

 Menjamurnya Perkebunan Kelapa Sawit belakangan ini didorong oleh terus meningkatnya permintaan akan CPO beserta produk ikutan lainnya dari pasar dunia, apalagi dengan kecenderungan dunia menjadikan kelapa sawit sebagai bahan utama bio-diesel, sehingga kelapa sawit akan menjadi komoditi ekspor yang semakin dapat diandalkan di masa datang.

Perkebunan kelapa sawit saat ini hanya dapat dimiliki oleh pemodal besar saja. Dengan adanya  program revitalisasi perkebunan masyarakat mempunyai kesempatan  untuk dapat memiliki kebun kelapa sawit dengan bantuan permodalan dari Bank yang ditunjuk.

Cukup dengan lahan 2 Ha dan ikut menjadi anggota koperasi yang telah terdaftar, lahan anda secara otomatis akan diikutkan dalam program revitalisasi perkebunan.

KAPAN LAGI ………….. SEKARANG SAATNYA.

 

Masih ada kapling tanah kosong untuk kebun kelapa sawit. Bagi yang berminat dapat menghubungi di nomor 081345092359 atau 0561-713629  sebutkan kode ID B289

 

Untuk informasi lengkap bisa kunjungi  http://www.sawit-mandiri.com