Oleh Ilya Pozin | @ilyaNeverSleeps | INC.com, Nov 28, 2011 — Jangan suapi para karyawan dengan uang saja (walaupun perusahaan sedang makmur). Kemampuan memotivasi karyawan merupakan salah satu keterampilan terpenting yang harus dimiliki organisasi bisnis apapun. Dua tahun lalu, karena sadar tidak memiliki keterampilan ini, maka sebutlah sebuah perusahaan menyewa seorang CEO yang bertanggung jawab melakukan tugas ini.

 

Sebutlah CEO baru tsb bernama Josh, berpengalaman 12 tahun di dunia bisnis, termasuk pengalamannya menjalankan sebuah departemen besar di Comcast. perusahaan yg menghirenya tahu ia berpengalaman, tapi awalnya masih skeptis pada kemampuannya. Perusahaan sedang melalui masa-masa sulit dalam mengembangkan usaha, dan sedang merisaukan kekurangan cashflow yang akan mempersulit peningkatkan moral perusahaan.

 

Ternyata perasaan skeptis itu salah… Dengan bantuan pengalaman Josh dan bantuan para team leader berdedikasi yang Josh alokasikan secara akurat, Josh tidak hanya merenovasi budaya, tetapi juga membangun gairah baru, sebuah tim yang bekerja keras dengan berkomitmen tumbuh dmi peningkatan perusahaan sebagaimana misi & visi top management.

 

Berikut adalah sembilan cara efektif untuk meningkatkan semangat karyawan dengan selain mata duitan… yang dapat dipelajari dari yang Josh lakukan:

Bermurah hati dengan pujian : Setiap orang menginginkan pujian, apalagi pujian adalah salah satu bentuk reward termudah untuk diberikan kepada karyawan yang tepat. Terlebih lagi, pujian seorang CEO berdampak lebih jauh daripada yang diperkirakan. Pujilah setiap perbaikan dan perkembangan yang berhasil dilakukan anggota tim. Setelah setiap Leader mampu memberikan pujian tulus secara pribadi kepada karyawan, cobalah hargai prestasi mereka di depan karyawan/ tim lain.

 _

Membuang gaya bos : Jadi Proyek berjalan tanpa manajer proyek? Kok Aneh ya?! Tetapi ini patut diCoba. Melepaskan peran mandor atau supervisor dan memberdayakan para staf untuk bekerja sama sebagai sebuah tim telah memberikan banyak keajaiban, daripada kebiasaan lapor-melapor ala birokrasi setiap orang kepada seorang individu saja! Pikirkan tentang kemungkinan ini. Memaksa para atasan turun ke bawah bersama-sama dengan tim secara egaliter! Kondisi ini memungkinkan proses bekerja sama sebagai sebuah tim, pada tingkat yang sama dengan rekan kerja, seringkali akan menghasilkan proyek yang lebih baik dan lebih cepat. Setiap Orang akan berupaya datang lebih awal, lembur dan mengabdikan lebih banyak energi mereka untuk memecahkan masalah bersama.

 _

Ciptakan ide-ide bersama : Umumnya seseorang merasa sebal didikte, maka alih-alih mendikte mereka, sebaiknya meminta mereka dalam suasana berbagi/diskusi, yang akan membuat mereka merasa diundang memperkuat gagasan-gagasan itu. Ungkapan gaya Bos:”Saya ingin Anda untuk melakukannya dengan cara ini” , kini berubah menjadi bentuk diskusi:”Apakah Anda pikir itu ide yang baik jika kita melakukannya dengan cara ini?”

 _

Jangan pernah mengkritik atau mengkoreksi : Tidak seseorangpun ingin mendengar bahwa mereka melakukan kesalahan, kecuali jika seorang leader sedang ingin mematikan motivasi mereka. Coba pendekatan tak langsung untuk mengupayakan seseorang jadi lebih baik, belajar dari kesalahan mereka, dan memperbaikinya. Tanyakan, “Apakah itu cara terbaik untuk mendekati masalah? Mengapa tidak? Apakah punya ide lain tentang apa yang Anda bisa lakukan secara berbeda?” Selanjutnya para Leader akan mengalami sebuah diskusi melalui solusi, tanpa perlu menunjuk jari kepada tertuduh.

 _

Menciptakan setiap orang sebagai pemimpin yg bertanggung jawab : Team leader atau top management perlu memamerkan prestasi puncak yang sudah dialami, dan jelaskan kepada karyawan/ anggota tim bahwa prestasi itu terjadi karena bantuan dedikasi mereka, ungkapkan bawh mereka bisa menjadi contoh bagi karyawan/ anggota tim lain. Team leader atau top management perlu memasang target tinggi dan mereka akan termotivasi untuk bertahan mencapai reputasi mereka sebagai pemimpin.

 _

Undang karyawan makan siang bersama sekali seminggu : Ciptakan kejutan buat mereka, tidak usah gembar-gembor bahwa para Team leader/ top manajemen sedang membangun sebuah kebijakan baru. Secara harfiah datangi saja salah satu karyawan/ anggota tim, dan utarakan secara tulus mengundang mereka makan siang secara pribadi. Ini cara mudah mengingatkan karyawan bahwa Team leader/ top manajemen memperhatikan dan menghargai pekerjaan mereka.

 _

Berikan pengakuan dan penghargaan kecil yang tulus : Kedua hal itu bisa diwujudkan dengan banyak cara, bisa saja berteriak ke peserta rapat perusahaan karena apa yang telah dicapai oleh seseorang/ tim. Adakan kontes atau permainan internal dan melacak hasil di papan tulis yangmana setiap orang dapat melihat hasilnya. Penghargaan nyata yang tidak perlu ‘membobol’ cashflow di bank bisa juga kok. Cobalah hal-hal seperti pesta makan malam, piala penghargaan, layanan spa, atau plakat pengumuman prestasi yang dipajang selama beberapa waktu.

 _

Adakan pesta-pesta khas perusahaan : Lakukan hal-hal tertentu sebagai kegiatan tim dapat berdampak jauh. Mengadakan piknik perusahaan, mengatur pesta ulang tahun, mempertahankan happy hours. Jangan  menunggu sampai hari libur melaksanakan pesta perusahaan, aturlah events tahunan untuk mengingatkan staf/ karyawan bahwa para Team leader/ top manajemen bersama-sama menjadi participant setia.

 _

Berbagi penghargaan dan kekecewaan : Ketika perusahaan sedang sukses, rayakanlah ! Ini adalah saat terbaik mengungkapkan kepada semua karyawan bahwa para Team leader/ top manajemen bersyukur atas kerja keras karyawan. Jika ada kekecewaan penurunan kinerja perusahaan, laksanakan events untuk berbagi juga. karena jika para Team leader/ top manajemen mengharapkan kinerja tinggi para karyawan, maka tim kerja dan karyawan anda sangat pantas mengetahui situasi dan kondisi perusahaan yang sebenarnya. Bersikaplah jujur ​​dan transparan !

 

*) Ilya Pozin mendirikan perusahaan pertamanya, Ciplex, pada usia 17 tahun. Perusahaan digital marketing dan agensi kreatif melayani usaha kecil dan pemula. Ciplex, yang telah menerima penghargaan Inc.500/5000 selama dua tahun berturut-turut, berkantor pusat di Los Angeles dengan kantor di New York, Yerusalem, Serbia, dan Jerman. Pada tahun 2010 Ilya menyewa seorang CEO baru dan perannya berubah menjadi seorang Presiden / CMO sehingga ia bisa fokus pada pembangunan usaha baru. Berawalnya dari Rusia, kini tinggal di LA bersama istri dan putrinya.

 

sumber: http://qnoyzone.blogdetik.com/index.php/2011/12/07/tips-9-hal-yang-memotivasi-karyawan-lebih-ok-dari-uang/